Oct 14, 2008

da trip to tana toraja (the land of kings) #3

hari sabtu sebelum berangkat, saya ke kantor untuk nebeng internet. tujuannya cuma satu, mempersiapkan diri buat ke toraja dengan browsing tujuan wisata utama, akomodasi, peta toraja dan segala hal yang mungkin saya perlu nantinya. Wajarlah, kami berdua kan ga punya kerabat ato temen yang dituju disana. Jadi kami mesti mempersiapkan diri dengan informasi sebanyak-banyaknya dan rencana yang baik dan fokus...

Saya nemu info lumayan banyak tentang peta wisata toraja dan deskripsinya disini. In d end of d day, saya pulang ke rumah dengan membawa delapan halaman hasil print deskripsi tempat wisata dan peta toraja dari web ituw.
We're ready!


selasa malam, sambil tiduran kecapekan dikamar wisma maria, saya pelototi peta sambil bandingin dengan deskripsinya untuk memutuskan rute mana yang mesti diambil untuk mengefektif-dan-efisienkan waktu kami yang terbatas.
tanpa ada perdebatan, kami memutuskan untuk mengambil rute utara lebih dulu... ternyata, pagi besoknya pas sarapan di hotel, seorang lakilaki agak tua yang belakangan saya ketahui seorang guide yang bisa ngomong inggris, spanyol, prancis kasi info kalo ada upacara pemakaman di sebuah desa bernama La'bo....

hmmm, one thing that we CAN NOT missed!!!

pas di cek di peta, La'bo ini ada di bagian selatan. secara kilat kami bikin perubahan rencana tempat-tempat di selatan yang mesti kami datangi dengan segala estimasi waktu yang mesti tepat, biar jam 12 teng udah bisa di La'bo. rute utara bisa menunggu!

setelah sarapan, si mr. guide yang unfortunately saya lupakan namanya, kasi info lagi dimana mesti cari sewaan motor. sebenernya di wisma maria ada juga si motor, sepeda ampe mobil yang bisa disewa. sayangnya, saya dan mr hubby ga booking sebelomnya...
so, setelah muter muter rantepao dan putus asa, karena rental sepeda motor yang kami datengin kehabisan motor, kami nekat masuk ke sebuah art shop hanya karena di papannya ada tulisan free tourist information untuk nanya doank, dimana kira-kira kami bisa nemu tempat rental motor di rantepao. 
hebatnya, si pemilik sama sekali ga keberatan kasi informasi lengkap dengan denah tempat rental motor dari posisi artshop, walopun jelas jelas kami ga berniat beli apa apa...
menurut saya, toraja bener-bener udah punya culture sebagai tuan rumah!

setelah dicari, ternyata pusat rental motor ituw, jaraknya cuma sekitar 150 meteran dari wisma maria... huhuhu...

tips of d day: peta, usahakan dapet dari internet yang agak jelas. kemaren saya dan mr hubby ga jadi pake peta yang kami print ndiri karena ternyata kurang jelas. kami dapet free map dari hotel, YANG JUGA TERNYATA GA JELAS... skalanya agak ngawur dan penempatan belokan jalannya juga agak ga sesuai ama aslinya. alhasil hari kedua kami nyasar kemana mana.
freemaps from hotel...karena free, jangan menuntut akurat yaaa...


biter="kenapa ga nanya orang dijalan siii????"


tips of d day 2: never never never ask direction to anyone on street. orang awam maksudnya... karena jawabannya hanya akan semakin membingungkan kita. contoh dari pengalaman nyata yang membuat kami nyasar nyasar...
di peta  ditunjukkan kalo ke suatu tempat mesti belok kiri. di peta hanya ditunjukkan jalan ke belok kiri hanya satu. ternyata setelah jalan, ada tiga belokkan kiri. satu sebelom jembatan. satu segera setelah jembatan. satu agak jauh setelah jembatan.

saya (bertanya pada orang di warung pinggir jalan)= "bu, jalan ke xxxx lewat mana?"
ibu2 pinggir jalan yang bingung membedakan kanan kiri dan lurus="terus terus saja..."
saya= "eh, maksud saya belok kirinya yang ini apa yang setelah jembatan apa yang masih jauh sana bu?"
ibu2=" tidak tidaaaaak!!! lurus saja!!!"

saya="lho, kalo lurus bukan ke arah palopo bu?"
ibu2="heee, jangan ke arah palopo... lurus saja disitu!!"
saya="#&^%*&^(*&)(&^*%^%$#%#.... maksudnya bu??"
ibu2= "pokoknya jalan saja terus..."
saya= ".......................... iya... makasih bu......."

hehhehe, enjoy the pictures!

situs karassik yang ga terlalu terawat.. padahal letaknya di rantepao...banyak tai kebo. yaiks...

 da biggest stone in karassik



di buntupune, kampung kuno yang sayang ga terlalu terawat...

under d cliff of d death, di belakang kampung buntupune




da funeral ceremony


kete'kesu, kampung kuno paling terawat di rantepao. lots of art shop and craft. ada museum nya juga, unfortunately, waktu kami datang museumna tutup. saran saya... kalo mau beli souvenir, belilah di  ket'kesu karena harga nya lebi murah. selisihnya lumayan 3000-5000 untuk kaos, 500 an untuk gantungan kunci, 2500an untuk kalung dan aksesori lainnya, dan 25.000an untuk parang khas toraja.  daripada artshop di tengah kota rantepao, atau bahkan artshop di Londa, situs lain. sebagai contoh, di kete'kesu kita bisa dapet kaos @20.000an untuk size cewek, masih bisa ditawar. kalo ditempat laen mentok ga bisa ditawar harganya @25000.

i freaked out....


oh, mr hubby...

me @ the kete'kesu's artshop


dalem goa orang mati... Londa



Londa

Oct 10, 2008

oh....

bagi yang menanti nanti lanjutan cerita toraja (hell... saya ngrasa terkenal banget), so sowry.. lagi males dan lagi plurk-euforia...
hihihi...

Oct 9, 2008

buffon is not immortal!!

oke, sedikit menginterupsi toraja trilogy yang sangat menarik (hahahahha...yeaaaah...), i just wanna say......


BUFFON is NOT immortal!!!!!


jadi ceritanya, seorang teman yang pulang kampung buat kawin meminjamkan ps2 nya ke mr hubby dan saya (well, pinjam secara paksa sih... waktu dia udah berangkat, kami bobol kamar kostnya dan angkut ps2 nya, lalu supaya keliatan sopan dikit, kirim sms "ri, ps2 mu tak jupuk..." xixiixx....)

sebelumnya, saya paling sebel kalo mr hubby maen ps. Weks... dicuekin...
tapi kemaren setelah diajarin mr hubby cara maennya, kok asik juga ya!

maen level pertama, langsung bisa menang.

level selanjutnya, langsung menang juga...

padahal lawannya juga pilih tim yang equal..
misal : milan (saya) vs pssi... seimbang kaaaan... ehhehe, ga ding... saya lupa pertama dan kedua kali maen lawan klub apa, seinget saya sih, saya selalu pegang milan dan lawannya kalo ga klub liga inggris, ya intermilan.

nah, di level reguler ini pula, saya lalu mencoba nglawan juventus.

disini pulalah kesabaran saya diuji. berhasil melewati lini pertahanan juve, bola selalu berhasil dihentikan buffon. setiap kali. berulang kali.

akhirnya saya putus asa. saya merasa pasti di game ini buffon emang di set supaya ga pernah kebobolan.
aaargggh, di puncak keputus asaan saya, saya minta mr hubby maen dengan susunan tim yang sama, hanya untuk membuktikan teori-ke-immortalan-buffon. ternyata mr hubby bisa mengoyak gawang buffon...

damned!!!!

saya mencoba terus dan terus dan terus....

lalu semalam, saat saya masih berjibaku mengarahkan sheva dan kaka untuk mengoyak gawang buffon (lagi-lagi dan lagi... dan gagal-gagal dan gagal...), mr hubby bilang...

mr. H : hun, kayaknya gaya kamu maen cocoknya ama barca deh
me : emang aku mainnya gimana?
mr. H : selalu menggiring bola kedepan sendirian gitu, kayaknya cocok ama messi
me : eh... *dalam hati* 'bukan gaya permainan kaleeee, emang sayanya ajah yang blon bisa kontrol oper-oper bola...'
mr. H : ya udah, abis ini, coba kamu pake barca ya, liga spanyol
me : iya *dalam hati lagi* 'selama bisa ngalahin buffon maen pake perseta tulungagung juga gapapa deh'


jadilah setelah itu saya pegang barca.
lawan juventus.

dan benar biter....

walopun cuma satu gol, akhirnya saya membuktikan

BUFFON is NOT immortal!!!!!


siska menaaaaang....

okeh, now it's time saya maju ke level professional...

mr, hubby, next month it's gonna be me against you!
it's a challenge!!!!

hhehe, ga ding... maap suhu.. saya masih memerlukan bimbingan anda...

Oct 8, 2008

da trip to tana toraja (the land of kings) #2

nyambung posting yang ini, ni lanjutan ceritanya! enjoy...

*yes, we're there!*
akhirnya sampai juga. setelah 36 jam perjalanan yang melelahkan dan menyeramkan (karena jalannya kuecccciiiillll, suempiiiit, dibatasi tebing dan jurang...), terbayar segala kecapekan saya di 1,5 jam terakhir perjalanan kami. jalanan palopo-toraja bukan maen indahnya!!
walau masih sempit dan naik-naik-kepuncak-gunung-dipinggir-tebing tapi suasana dan hawanya adeeeem banget!

did i mention kalau setelah dijemput bis jam setengah dua malam mulailah kami masuk kabupaten kolaka utara dan baru keluar dari kabupaten itu jam 10 atau 11 siang???
kabupaten ini panjaaaaaaang buanget. Total jendral, kami mesti menempuhnya selama 10 jam, yang medannya mostly hutan hutan yang PANAS (!!!) *karena dibawah tebing jalan yang kami lalui, adalah langsung laut...*
sepanjang jalan di kabupaten kolaka utara

batas sulawesi tenggara-sulawesi selatan


well, back to jalanan palopo-toraja sejauh 60 kilo yang membuat saya dan mr hubby lupa segala penderitaan kami sebelumnya.
walaupun lewat hutan juga -tapi hutannya lebih basah, jadi hawanya sejuk dan makin keatas makin dingin udaranya- kami sangat menikmati hamparan hutan yang berkabut dibawah kami. seriously, it's very beautiful!! kami udah mulai membayangkan enaknya malam-malam dan pagi-pagi di toraja... pasti dingin.. brrrrr....

ga sabar!!!

makin mendekati toraja, makin sering ketemu lumbung-lumbung khas toraja yang penuh ukiran yang dibangun didepan rumah. sawah-sawah dengan batu batu segedhe gardu... kerbau yang berlumuran peluh.. eh, lumpur...
pokoknya suasananya indonesia banget deh!

hampir maghrib, kami sampai di rantepao...

hal pertama yang kami lakukan setelah turun dari bis, adalah nanya dimana atm. karena udah berniat langsung mandi (boooo, udah 36 jam lebih kami ga kena air!!), makan dan tidur sesampainya di hotel, maka segala kebutuhan mau kami beli sebelum cek in di hotel. Setelah ketemu atm dan ambil uang secukupnya (atau setidaknya kami kira cukup), kami tanya ke satpam dimana hotel terdekat dari situ.

Tak lupa juga kami nyari di sepanjang jalan rumah makan muslim. Mengingat di Toraja mayoritas beragama kristen, kami memang berniat nyari aman dengan tempat makan yang jelas-jelas kehalalannya. Bukannya gimana, takutnya ditempat makan yang ga mencantumkan 'muslim', nyediain juga daging babi dan ga sengaja kecampur (fyi: disetiap sudut jalan, dapat dengan mudah ditemui tempat makan yang mencantumkan "sedia bakso babi"). 
ga mau ambil resiko... 
kami nemu banyak sekali rumah makan muslim di deket pasar, di sebuah jalan kecil tempat sebuah masjid berdiri. yang kami lupa, malam pas kami datang adalah malam takbir.... jadi mereka semua TUTUP!

pelajaran moral pertama : jangan datang ke toraja pas lebaran buat yang muslim... susah cari makan... (yaelaaahhh.. saya aja kali ya yang kurang kerjaan ke toraja pas lebaran... orang laen mah pada mudiiik!!)

Ternyata hotel yang ditunjukin satpam adalah hotel yang lumayan bagus, ga sesuailah ama cita-cita kami mau jadi backpacker. pas kami tanya kamar dengan double bed, yang tersisa cuma yang single bed doang... hehe, ada alasan buat cari tempat lain.
ga jauh dari situ, ada sebuah wisma yang direkomendasiin ama mbak-mbak(apa mas-mas ya...) resepsionis hotel-yang-gagal-kami-tempati.
namanya wisma maria I.
voila!!!!
inilah yang kami cari...
penginapan kecil yang bersih, murah, di pusat kota dan suasananya liburaaaan banget. waktu kami datang, cuma tersisa satu kamar yang tanpa pikir panjang langsung kami ambil.
kamar murah meriah


depan kamar



malamnya, karena ga ketemu rumah makan muslim yang buka, as mentioned before, akhirnya saya dan mr. hubby makan di sebuah tempat makan depan hotel yang di menunya juga menyediakan daging babi.
dengan berbekal Bismillah doang, akhirnya kami berprasangka baik pada makanan yang disajikan disini. pokoknya halal lah...
harganya masuk akal banget. samalah ama di kendari. jadi kami ga pikir dua kali buat pesen. the funny part is bule dimeja sebelah (pasangan cowok cewek) whining tentang harga makanan disitu. kalo ga salah mereka pesen salad dan setelah waitress nya pergi, si cowok ngomong ke ceweknya "the price here is too expensive!!" dengan muka cemberut... hahahaha, padahal pas saya liat harga saladnya 15ribu, atau ga sampe dua dolar bagi mereka. 
di mambo, tempat makan dengan harga terlalu mahal buat bule...

pelajaran moral kedua : pelitlah kalo mau jadi backpacker sejati...

heheheh, dari entah-berapa-belas-kamar di wisma maria I, satu satunya penghuni domestik hanya saya dan mr hubby. Yang lain bule. entah kenapa kenyataan ini membuat saya merasa jadi lebih keren daripada sebelumnya. Sehotel dengan semua penghuninya bule di wisma murah meriah memberikan perasaan bahwa saya udah-resmi-punya-pengalaman-jadi-backpacker. heheheheh...

Oct 7, 2008

da trip to tana toraja (the land of kings) #1

susah banget menemukan kalimat pembuka yang tepat buat nyeritain our trip to tana toraja last week.
dari awal banyak sekali kejadian yang ga terduga, mulai dari berangkat dengan bis-yang-kata-orang-paling-bagus-sehingga-saya-pikir-itu-at-least-bis-ac-tapi-ternyata-bukan, sampe pulangnya ternyata kami salah jadwal kapal...

oke, jadi kayaknya mending saya cerita dari awal ajah de...

*the beginning*
lebaran kemaren, since mr hubby n i decided not to come home to our parents, saya ngajakin mr hubby maen ke toraja. mumpung masih di sulawesi ini kan...
kami memutuskan untuk nyobain jadi backpaker, jadi pergi kesananya ga harus naek pesawat ke makassar dulu, tapi niyat yat yat mau lewat darat KENDARI-kolaka-kolaka utara-luwu timur-luwu utara-palopo-TORAJA, dan pulangnya lewat palopo-trus naek kapal fiber-kolaka-jalan darat-kendari!!!
hmmm, udah kebayang petualangan yang bakal kami lalui...
the route


menurut survei awal, perjalanan darat Kendari-Toraja memakan waktu 22 jam, berangkat jam 7 pagi, sampe toraja subuh besoknya. makanya pas mr hubby bilang ada dua armada bis ke sana (yang satu bisnya gede, yang satu seukuran metromini), saya langsung pilih yang lebih besar. 

ditambah promosi orang kantor asal toraja : "iya dik, naik saja batutumonga -nama bis yang lebih besar-. lebih enak, kursinya bisa diturunkan itu kebelakang. bisa tidur-tidur toh! kalo toraja indah -bis atunya- kecil deeek, ndak enak juga..."

mantablah saya pilih batutumonga...
bukan apa-apa, walopun niatnya ga mau bermewah2an tapi kalo keterlaluan juga ga enaknya,hmmm, nyampe sana malah sakit semua! 

tapi ternyata sodara2... bisnya sodara sodara... jangankan ac, bis ini reoooot banget nget nget...
aaarrrrgggh, sungguh saya tak percaya bis ini mampu mendaki gunung lewati lembah jalan berliku menuju toraja...
sungguh tak percaya sodara sodara...
bis paling keren se-kendari

*the journey*
senen jam 6 pagi saya dan mr hubby udah sampe di pangkalan bis. masih sepi.. Cuma ada beberapa orang kru bis dan beberapa calon penumpang. kru bis nya naik2in bagasi, mulai dari beras sampe satu set kursi kayu. bakalan penuh neh, pikir saya.

jam 7, masih belom ada tanda2 berangkat. bagasi belom di masukin semua. para penumpang udah mulai bertambah daripada pertama kali kami dateng.

jam 7.30 semua barang bawaan udah masuk. bagasi samping bus ditutup dengan harus ditendang oleh dua orang. saya sempat ga yakin bisa ketutup. bagasi belakang ditutup dan dikunci pake batangan besi trus diikat pake tambang, karena ga bisa ketutup dan kekunci ndiri... sungguh menyedihkan...

akhirnya bis berangkat.

Bis sama sekali nggak penuh. Cuma beberapa gelintir orang didalamnya. tapi ternyata, yang sama sekali ga saya duga, BIS INI MENJEMPUT PENUMPANGNYA SATU SATU KERUMAH! jadi rupanya kita bisa telpon ajah, pesen, kasih alamat dan dijemput atu-atu selama alamat kita masi mencantumkan Kota Kendari didalamnya. buset, baru kali ini saya tahu bis jarak jauh mau gitu jemput penumpang.

Bis penuh juga...

well, dalam perjalanan dengan bus reot dan gerah ini ga ada sesuatu yang keren terjadi sampai akhirnya sesuatu yang terkutuk terjadi. sesuatu yang menjadi mimpi buruk semua orang yang naik bis itu...
bis terkutuk mogok gok gok...
bis keparat mogok

masih puasa dan matahari lagi panas-panasnya (jam 13.30 an lah), kami keleleran dipinggir jalan di kecamatan perbatasan kabupaten kolaka dan kolaka utara. kru bis langsung tele-tele bengkel terdekat di kota kolaka (yang walo terdekat, unfortunately 2 jam lamanya dari tempat kami mogok).

bad news... ga ada suku cadangnya...

adanya di kendari...

akhirnya kami nungguin orang dari kendari-yang-jauhnya-6-hari-berkuda-atau-6-jam-berbis untuk nganterin suku cadang mesin yang patah ituw.
sungguh mengerikan...
oh, menunggu dengan gelisah

jam 5 sore, ada seorang penumpang yang dijemput sodaranya yang tinggal dekat daerah situ untuk nunggu bis nya dibenerin dirumahnya. beruntung saya dan mr hubby sebelumnya ngobrol2 sama ibu penumpang itu, jadi kami berdua diajakin kerumah sodaranya. karena mikirin mr hubby yang mesti buka puasa (saya nggak... udah menyerah kalah pas panas2 keteteran dijalan... hhihhi), saya ayooo ajah.
ternyata yang katanya deket itu masih sekitar 15 kiloan dari situ...huhh...
yang lebih tidak saya duga, orang-orang baik yang kasih kami tebengan dan makan buat buka puasa dirumahnya adalah umat kristiani... dan saking menghormatinya keyakinan kami, anjing peliharaan mereka diusir keluar pagar sementara kami ada didalam rumahnya.

kalo begini, Indonesia indaaaaah sekali... rasanya saya kepengen nyanyi Indonesia Raya sambil hormat grak!!!
dirumah keluarga baik hati yang memberi kami makanan...

jam setengah dua malam, kami dijemput bis untuk melanjutkan perjalanan yang belom ada separohnya...