Feb 25, 2010

my shoes

Mencela dan dicela itu hukum alam. Bahkan anak kecil bisa ngelakuin kekejaman itu lewat kata-kata. Entah itu terjadi karena niru bapak-ibu mereka, atau memang insting dasar manusia itu mulutnya ga bisa diem. Harus komentar.

Saya sendiri udah cukup merasa sering dicela. Disalah pahami. Dikotak-kotakkan. Jaman d3 dan lumayan aktif meng-Alir, saya dan temen2 seideologi sering disisihkan dari peta perpolitikan kampus. Panjang lah ceritanya. Padahal kami ga berbuat dosa. Ga berzina masal. Ga menyebarkan ideologi komunis. Kami masih beragama. Kesalahan kami cuma satu. Mencampur laki dan perempuan dalam satu panggung tanpa hijab. Dan kami dianggap murtad. 


Dari dulu saya selalu punya pacar. Dan saya pacaran dengan serius. Dalam artian, kami gandengan tangan, pacar saya ngapel ke kosan, nyari makan bareng ke warung, yah pokoknya umumnya gadis dan perjaka pacaranlah. 
Lalu suatu ketika muncul gosip kalau saya menerima surat dari seorang aktivis kerohanian. Santer terdengar dalam isi surat itu, si akhi memergoki sepasang lawan jenis bukan muhrim sedang berciuman didepan kos Sausan, kos saya. Seorang akhwat mengkonfrontir adanya surat itu pada saya. Untung ia menyampaikannya. dengan baik, semata2 karena merasa kenal saya. Seorang adek kelas. Nanya baik2 mengenai surat itu. Dan mengatakan dikosnya udah terkenal siska-penerima-surat-teguran.

Saya diam.
Begitu burukkah nama saya?

Sekarang saya bilang. Perihal surat itu benar ada, nyata, berbentuk surat. Ditulis  pada kertas putih bertuliskan tangan. BENAR ada surat ditujukan dari mas-mas aktivis ke mbak2 penghuni kosan. Surat itu sempat dirapatkan dikosan. Isinya juga benar perihal lawan jenis berciuman. Saya yang menerima dan menyampaikannya kepada seorang teman kosan., si PELAKU.  Saya yang menyampaikan, membacakan surat itu dan menenangkan teman malang saya karena YANG LAIN GA PUNYA NYALI MENGHADAPI si jeng ini.

Masalah kemudian di dunia luar tersebar saya yang menjadi obyek surat itu... Wallahualam....
Karena mungkin saya tidak berjilbab? jadi gampang dijadikan kambing hitam?
Waktu itu saya diam. Saya tidak mau membantah lalu jadi penyebar gosip dan mencemarkan nama si X ini. Mungkin orang2 lain lebih mudah memahfumi saya sebagai pelaku penyimpangan daripada teman berjilbab saya. 

Bukan. Saya bukan menggugat jilbab. Tapi saya benci menghadapi kaum ekstrim yang suka menggeneralisir. Saya benci tweet Mario Teguh yang sempat heboh.

Setelah gosip surat itu, pacar saya trauma menggandeng tangan saya diarea publik. Ia kasian pada saya. Padahal saya udah tahan banting. Saya cuek. Saya sendiri tipe pemberontak. Semakin digugat, semakin jadi saya bertingkah..
Celaan adalah omong kosong. Cuma orang kerdil yang merasa dirinya lebih hebat jika merendahkan orang lain.
Orang sering tidak sadar melukai perasaan pihak lainnya. Kekerasan secara verbal ini tidak cuma terjadi dalam lingkungan domestik. Bahkan lebih mudah melukai orang lain dengan prasangka semata.
Manusia adalah hewan paling buas. Dan kejam.


PS: postingan ini saya persembahkan buat yang akhir2 ini sering nyela sepatu boots saya. WEKS. ga peduli weekkkss... menurut saya, kalian cuma pengecut yang cuma bisa ngatain sepatu saya. Emang kenapa kalo saya nampak kayak mau ke mall? konser? ga pantes? cih.

Garbitch

Dan hari ini kamu menunjukkan seberarti apa dunia kita.
Saya dicubit.
Bangun lalu terengah-engah.
Seandainya semua jauh lebih bening seperti sekarang
dari dulu.
Saya tidak perlu terlalu jauh tersesat.
Dan hidup kita tak harus selalu terkait
pada sebuah rantai berkarat.
Semua yang saya lihat dan rasakan tak lebih dari abu bakaran kertas.
Sekedar garbitch.

Feb 23, 2010

postingan sok serius dari orang yang udah punya buku nikah

Isi postingan ini pada awalnya adalah status-status twitter saya yang terinspirasi dari salah satu temen ngetuit saya. Awalnya saya nge-RT-in tweet dari mibnufajar: Marriage is a big decision. Don't settle unless you're 100% sure. 


Nah, dari satu tweet itu, tiba-tiba saya terinspirasi buat nulis:
U have to be sure at least about these things:1st,u're sure u're spending ur whooooole life with this-only-one-only-person.

Yang ini, masalah komitmen. Komitmen ini buat saya dimensinya banyaaaakk. Bukan cuma masalah selingkuh ga selingkuh, tapi juga bagaimana kita menempatkan diri sebagai satu bagian dari sebuah entitas pernikahan. *jaaah, akuntansi banget : entitas*. Komitmen juga termasuk didalamnya gimana kita MAU berusaha berdamai dengan semua harapan awal kita yang mungkin tidak tercapai. Kalo dulu papa saya waktu nanyain kematapan saya cuma nanya, "kamu siap ga kalau suatu hari harus berdebat cuma gara-gara mau jajan diwarung apa? kamu siap ga suatu saat setiap hari harus beresin sisir yang ditaruh sembarangan sama suami?".
Sekarang, saya baru mengerti maksud papa saya.
Kadang-kadang justru hal-hal kecil remeh yang waktu kita masih berbunga-bunga karena cinta *waktu pacaran misalnya* bakalan kita anggap enteng dan bisa diselesaikan dengan cinta. Halaaaah, gitu doang masa jadi masalah sii... Justru biasanya hal-hal kayak gitu tu ya yang bikin sebel-jengkel-mangkel-gondok tapi ga worth it buat diributin. Dan jadinya malah bikin stres karena kita merasa kitalah yang rese karena mempermasalahkan soal ga penting. 

 
2nd, u're sure that u will be able to work everything out with ur partner.everything. and i really mean everything

Ini juga sebenernya nyambung dari yang diatas sih. Saya dan mr hubby jarang bertengkar karena soal yang serius. Ga pernah malah. Saya sendiri termasuk tipe orang yang nyante. Kalo ada masalah apaaaa gitu biasanya saya langsung ngomong dalam nada yang biasa, "eh, tau nggak, aku ga suka loo kalo bla bla bla" beserta alasannya. Kalo perlu uraikan akibatnya. Lebih bagus lagi kalo saya ngasi alternatif lain yang bagi saya nyaman. Dan biasanya mr hubby bisa menerima argumentasi saya. Biasanya juga, dia mau nurut. hihihiiiii...
Mr hubby sendiri juga ga pernah marah. Kalo misalnya ada yang dia ga suka juga dia paling nyindir nyindir ala Gus Dur. Biasanya pake contoh "Kalo abah di pondok mas dulu itu sama istrinya begini begini". Nah, itu saya langsung nyambung arahnya kemana.
Yang penting sih ya, buat saya dan mr hubby, adalah hilangkan sikap defensif. Seriusan deh, sikap defensif itu ga bakal bawa kita kemana-mana. Yang ada malah bikin jengkel yang ngasi masukan karena kita seolah2 merasa udah paling bener. 

And also u need to ensure urself that u can stand to look at him/her every single day for the rest of ur life.
Yang ini sih maksud saya adalah bagaimana memposisikan diri untuk selalu nyaman sama pasangan. Saya selalu percaya kalo yang bisa bikin diri sendiri nyaman itu ya kita sendiri. Nah, baru lebih bagus kalo pasangan mau berusaha bikin kita seneng. Kalo mau pasif sih berarti kita menerima dengan pasrah siapapun dan bagaimanapun dia adanya. Kalo mau lebih aktif sih ya tinggal ngomong aja. Gini lo aku sukanya kamu kalo gini.

Did i mention anything about love? Did u see the word? No?
Itu karena saya merasa the word LOVE is waaaaayyy overrated. Penting sih penting ya.Tapi bukan segalanya yang memastikan sebuah pernikahan akan berjalan baik-baik saja.

Bagi saya, cinta itu adalah sesuatu yang bisa kita ciptakan sendiri. Yang bisa kita kelola. Sama halnya kayak happiness yang cuma a state of mind. Cinta itu cuma perasaan. Diri kita sendirilah yang memastikan apa yang kita rasakan setiap saatnya.

Sadar atau ga, sebenarnya setelah masa cinta-cintaan,bunga bunga diatas kepala, kupu kupu di perut and all, pernikahan itu adalah segala tentang logika. Coba ya, kalo ada masalah atau isu yang harus diselesaiin berdua trus nyelesaiinnya pake cinta, pake perasaan doang, yang ada sih malah tangis-tangisan, peluk-pelukan trus maaf-maafan begitu aja tanpa sempat ngomongin masalah intinya apa. Dan karena ga selesai, suatu saat pasti muncul lagi masalah yang sama...

my point is: please do think carefully about marriage. And also keep in mind that this institution is not all about love, it's mostly about constant-team-effort to make things work. I know it's not always easy, but every hug, smile, laugh and even tear is worth to fight for...

mucho love for u all...
semangat yaaaa para single diluar sanaaaa... *melirik penuh arti kepada beberapa pihak*


Tulisan ini berdasarkan perspektif saya yang sangat subyektif ya. Dan berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi yaaa....harap maklum... *o*

Feb 6, 2010

U dont have to prove that u love me. U already did give me enough reason to believe that u do.

Suatu malam sekitar dua tahun yang lalu, waktu lembur sampe larut malam diluar kota, saya tanpa maksud apa2 menanyakan sebuah pertanyaan ke rekan tim. Pertanyaan ini berani saya lontarkan karena saya ngerasa cukup dekat sama rekan tim ini. Beberapa kali penugasan, kami selalu jadi anggota tim bareng. Bahkan kami sempat berbagi seorang ketua tim yang masaoloh, amit amit jabang bayi, susah banget dihadapi. (Sampe akhir penugasan,kami berdua mengalami trauma mendalam bergaul sama bapak ketua tim itu, dan menghadap otoritas lebih tinggi untuk memohon mohon supaya jangan lagi dipasangkan sama si bapak.)

Waktu itu, saya dan rekan ini sama2 berbagi nasib kurang beruntung. Dari sepuluh orang seangkatan yang dikirim ke kendari, saya dan tiga orang lainnya kebagian masuk sebuah bidang yang jaraaaaang banget dapat penugasan. Disaat teman bidang lain keluar masuk kota, penugasan, kami berempat lebih sering di kantor, internetan. Kaskusan. Chatting. Dan keadaan buruk ini diperparah sama kepala bidang yang sukanya nyuruh, tapi pelit banget ngeluarin sekedar nota dinas buat bukti angka kredit. Lengkaplah penderitaan. No poin, no coin.

Si rekan ini waktu itu belum menikah dan masi dalam tahap menuju pernikahan sama istrinya sekarang.

Nah, kembali ke pertanyaan saya. Dalam keadaan mabuk berkas, saya tiba2 nanya, 'Man, seandainya perempuan yang kamu ajak nikah serius itu tiba2 bilang kalo dia punya masalah di kandungannya dan mungkin susah punya anak, kamu gimana?'.
jeda sejenak. 'ehm. Yah. Aku batalin lah.'
Saya kejar terus, 'tapi kalo kamu cinta bangeeet? Cintaaa wis pokoknya, kamu ngerasa cuma dia yang ngertiin kamu dan kamu susah dapetin perempuan kayak gitu lagi. Pokokny udah klop.masa gampang banget batal???'
Dan dengan yakin dia bilang, 'tetep batal. Buat apa nikah kalo udah tau dari awal ga bakal punya keturunan??? Membahayakan masa depan aja'.

Saya menghela nafas.
Dan badan saya terasa ringaaaan sekali.
Waktu itu saya banyak mimpi tentang bayi. Mimpi punya bayi. Mimpi nemu bayi. Mimpi dikasi bayi. Mimpi gendong bayi. Mimpi saya tentang bayi semua.

Kembali ke sebelum saya menikah. Awal desember tahun 2005, saya diantar mama papa periksa ke seorang dokter kandungan. Waktu itu masalah saya adalah siklus haid yang berantakan. Tiga bulan sekali. Dua bulan sekali. Sampe puncaknya november 05, selama satu bulan saya dapet terus menerus. Dan dalam volume yang banyak tiap harinya. Sampe saya lemes. Dan sampe saya memutuskan harus ke dokter.

Waktu itu, dokter bilang ada penebalan di indung telur. Dan kalau bisa, saya diharapkan cepet menikah dalam waktu 2tahun setelah waktu periksa, kalo pengen punya anak. I was shocked.

Semua rencana yang saya susun sama pacar waktu itu: penempatan, kerja 3-5 tahun, numpuk aset, baru nikah; hancur berantakan. Kabar itu saya sampaikan sama pacar. Dan dia tetep bertahan sma rncana semula.

Beberapa bulan kemudian, mr hubby datang sambil membawa proposal, 'nikah yuk.'
Saya menyatakan semuaaaaaa keadaan saya. Tanpa kecuali. Dan bahkan tanpa mengedipkan mata, dia tetep meyakinkan saya dan bertahan untuk menikahi saya. Yang mungkin tidak akan sempurna.

Saya merasa dia adalah jawaban Tuhan untuk hidup saya.

Dan di malam-saya-melontarkan-pertanyaan-ke-temen itu saya merasa ringan mengetahui: mr hubby punya tujuan lain menikahi saya selain sekedar beranak pinak....

Ps:vio barusan bilang. 'mbak, kamu berani banget ya nyeritain ini...'
Well, mungkin 3 atau dua tahun lalu saya ga akan nyeritain ini. Di muka umum. Di blog. Rasanya saya akan mengkhianati diri sendiri. Mencela diri sendiri. Membuat saya nampak begitu sakit dan invalid. Sama seperti laki laki yang menulis di blognya, 'saya impoten' atau 'saya ejakulasi dini'. Atau lebih tepatnya,'sperma saya kosong'.

Tapi kemudian, setelah tiga tahun lebih berada ditubuh ini dengan menyadari semua kenyataan yang ada, saya merasa 'lalu kenapa?'.
dan saya sama sekali tidak merasa sakit, atau malu atau terhina menulis cerita saya. Saya sampai dititik dimana saya menerima tubuh saya. Ketidaksempurnaannya.
Dan proses penerimaan ini sudah berhasil. Hasilnya adalah saya yang sekarang. Yang mampu menertawakan seks tanpa terbebani lagi oleh pertemuan sel xx dan xy.... Bukankah sudah cukup waktu meratap? Dan masih ada sekian puluh tahun lagi untuk dijalani untuk membahagiakan laki laki yang sudah membuat saya bahagia?

Feb 2, 2010

blitzkrieg bop

Pengen nulis tentang Newday sabtu kemaren. Tapi kayaknya bakal bosenin kalo saya yang cerita. Jadi mampir aja ke blognya sena. Yeah. Ada cerita tentang saya yang disapa jimmy the upstairs dari atas panggung. Jadi abis lagu disko darurat, saya yang emang berdiri dikiridepan panggung pas, meneriakkan teriakan kebanggaan saya yang melengking abis dan panjaaaaanggggg +makasi buat mbak vera yang udah ngajarin teknik napas perut dengan benar :p+.
Dan tanpa terduga, Jimmy langsung ngeliat saya, menghampiri saya, sambil bilang, "saya mendengar suatu teriakan orgasmus disiniiii". Then, he asked me to do it again twice!
hahhahahaa, i'm such a good groupie.

Sebelumnya, saya nguntit The Trees and The Wild yang abis manggung sampe ke tenda mereka yang tempatnya deket toilet. Saking sukanya sama Iga Massardi, saya, yang biasanya gengsi abis untuk minta foto sama seleb, sampe manggil-manggil mereka buat foto bareng. Iga ramah bangeeet orangnya... abis foto, saya langsung update status twitter "AAAAAARRRRGGGHHHH POTO SAMA TTATW!!! OMAIGOAT OMAIGOAT.... IGAAAAA.... AI LOPH YUUUU". yap. Pake caps lock as if i was screaming out loud.
Dan dibales sama Vio, yang ga jadi ikut karena mamanya dateng, "i hate you". no baby, i know u love me. hhahaahaha.

malam itu, endah n rhesa maen menakjubkan. I can feel love in their music. I really do. Gimana ga, ditengah2 manggung, sang suami dengan gerakan mulut bilang ke istrinya yang keliatan semangat banget sama gitarnya, "jangan terlalu capek", yang dibales sama senyuman sama si istri.
That was sweet.

Trus, senen malem kemaren, saya berhasil digoda sama Ape dan Kodeen untuk dateng ke Hard Rock buat malem Grammy-whatever-party-nite. Acaranya gratis. Dan sekali lagi saya dateng karena pengen nonton ttatw dan the cash. The Cash menghibur banget.. Ya iyalaaah, tiga tiganya pelawak. Kalo band laen nempel playlist, mereka nempel lirik lagunya Ramones-Blitzkrieg Bop yang mau dibawain... Ada Mieke Amalia juga, dan pas the cash bawain Gadis Nippon sampe lirik yang "ai shiteru..aku cinta kamu", mata Tora ngeliat ke arah Mieke. well, u cant hate people who are deeply in love. Whatever their history might be... Maybe they just find love they've been searching for in the wrong time and place...

Feb 1, 2010

happy face

This ride is supposed to be perfectly safe,undoubtedly easy and adrenalin-free.
So, why dont i start putting a happy face,stop being worry sick, and not feeling guilty about everything...



Ps: i miss u grampa. I miss u so much.wish u were still here and i can come crawling to your arm...i love u soooo much.please come into my dreams. I miss u grampa. I miss you a lot...